Senin, 30 Maret 2015

"Anak Muda Palu BABUANG Sampah Sembarangan"

"Anak Muda Palu BABUANG Sampah Sembarangan"
Dimana-mana daerah, sampah merupakan salah satu yang menjadi masalah, termasuk di kota Palu sendiri. Bukan sampah masyarakat ya.. tapi maksud saya yaitu material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Nah itu dia yang ingin saya Curhatkan tentang sampah di kota Palu, khususnya di tempat-tenpat yang suka saya kunjungi yaitu Taman-taman di kota Palu.
Pemerintah kota Palu tentunya sudah berupaya untuk menyadarkan masyarakatnya agar buang sampah pada tempatnya alias tidak sembarangan, melalui himbauan-himbauan yang terpasang di bak-bak sampah, baliho-baliho, spanduk, dsb, dan juga sudah menyiapkan tempat-tempat sampah dibeberapa titik, seperti di taman-taman kota, pinggir jalan, dll, bahkan kabarnya juga punya Putra-Putri yang menjadi Duta Sampah, yang tujuannya untuk mensosialisasikan pentingnya untuk tidak sembarangan buang sampah, dan juga bahayanya kalo buang sampah sembarangan.
Saya salah satu orang Palu yang senang berkunjung dan bermain di taman-taman kota Palu (Taman Datokarama, taman nusantara, taman GOR, taman nasional, dll).
Setiap kali ke taman-taman itu, saya suka prihatin dan miris melihat sisa-sisa makanan, plastik pembungkus makanan atau minuman yang dibiarkan oleh tuannya setelah semua isinya yang enak direnggutnya. Padahal plastik-platik, botol-botol bekas, kulit kacang, itu punya HAK untuk ditempatkan pada tempatnya, bukannya disimpan sembarangan!. Apalagi jelas-jelas di depan mata sudah tersedia tempat untuk si sampah-sampah itu.
Tentu para pengunjung di taman-taman kota Palu itu kebanyakan anak-anak muda/remaja. Anak-anak muda yang punya orientasi kedepan agar bagaimana kota Palu ini menjadi kota bersih, hijau, nyaman, aman dan terindah di Indonesia, bahkan dunia. Amin...
Tapi sayangnya, mungkin anak-anak muda itu belum sadar, atau mungkin sadar tapi hanya malas untuk beranjak dari tempat duduknya hanya untuk sekedar mencari dan menggapai tempat-tempat sampah untuk sampah yang ia hasilkan sendiri!.
Yuk.. Mari kita jaga kebersihan kota Palu yang kita cintai ini, jika bukan kita bersama yang menjaganya, siapa lagi? Toh kalo kota ini bersih, kitorang semua yang merasa nyaman dan bangga tentunya.. smile emotikon

Kamis, 21 Maret 2013

10 Tahun Lagi, Ahli Matematika Makin Dibutuhkan




Ilmu eksakta makin tahun makin memegang peranan penting. Bahkan kini muncul model pendidikan STEM, yaitu sains, teknologi, teknik, dan matematika, yang semuanya merupakan cabang dari ilmu eksakta. Model pendidikan ini dipercaya menjadi kunci sukses bagi anak-anak saat ini.

Franchise Division Director Eye Level Indonesia, Afan Suryadi, mengatakan bahwa dari riset yang dilakukan oleh National Science Foundation, sekitar 80 persen pekerjaan pada 10 tahun mendatang membutuhkan generasi yang ahli matematika dan ilmu pengetahuan serta melek teknologi.

"Dengan STEM ini tidak hanya sekadar meningkatkan kualitas hidup mereka nantinya, tapi juga meningkatkan daya saing SDM Indonesia di kancah dunia," kata Afan saat diskusi tentang pendidikan STEM di FX Lifestyle Center, Jakarta, Kamis (21/3/2013).

Terkait dengan perkembangan SDM Indonesia, ia menyebutkan bahwa saat ini pencapaian prestasi belajar siswa Indonesia menurun, khususnya di bidang sains dan matematika. Untuk bidang matematika, Indonesia berada di urutan ke-38 dari 42 negara dengan skor 386. Kemudian untuk bidang sains, Indonesia ada di urutan ke-40 dari 42 negara dengan skor 406.

"Padahal, kemampuan di bidang sains dan matematika ini akan semakin dibutuhkan nantinya. Karena itu, harus mulai diperkuat lagi agar prestasi Indonesia meningkat dan pasti diikuti dengan SDM yang berkualitas juga," jelas Afan.

Ia juga mengungkapkan bahwa dengan proses pendidikan STEM ini, anak-anak akan terdorong untuk mengasah kemampuan nalar dan berpikir kritis dalam memecahkan masalah. Selain itu, pendidikan ini juga membantu anak-anak untuk memahami isu yang lebih kompleks dan mencari solusi kreatif.

"Menguasai ilmu ini berarti mampu membuat keputusan dengan mempertimbangkan basic thinking dancritical thinking," tandasnya.


Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2013/03/21/12585429/10.Tahun.Lagi.Ahli.Matematika.Makin.Dibutuhkan

Kamis, 07 Maret 2013

Jenis-Jenis Sungai

Jenis-jenis sungai


Berdasarkan struktur lapisan batuan yang dilaluinya, sungai dibedakan menjadi:
1.sungai anteseden
Adalah sungai yang dapat mengimbangi pengangkatan daerah lapisan batuan yang dilaluinya. Jadi setiap terjadi pengangkatan, air sungai mengikisnya.
2.sungai epigenesa
Adalah sungai yang terus menerus mengikis batuan yang dilaluinya sehingga dapat mencapai daerah batuan asli atau batuan induknya. Terjadinya sungai epigenesa diawali ketika daerah tersebut mengalami penurunan sehingga terjadi sedimentasi. Contoh; sungai colorado mengikis batuan selama jutaan tahun, sehingga mencapai batuan induk. Akibat sungai ini terbentuklah Grand Canon yang terkenal di dunia.

Berdasarkan arah aliran yang dilaluinya, sungai dibedakan sebagai berikut:
1.sungai konsekuen
Adalah sungai yang mengalirnya sesuai dengan kemiringan batuan yang dilaluinya. Sungai jenis ini banyak terdapat di daerah gunung merapi berumur muda atau stadium awal. Contoh: sungai progo di jawa tengah ketika menuruni lereng gunung merapi
2.sungai subsekuen
Adalah sungai yang alirannya tegak lurus pada sungai konsekuen dan bermuara pada sungai konsekuen, misalnya sungai opak di yogyakarta.
3.sungai obsekuen
Adalah sungai yang mengalirnya berlawanan dengan arah kemiringan lapisan batuan daerah tersebut dan merupakan anak sungai subsekuen
4.sungai resekuen
Merupakan anak sungai subsekuen dan searah dengan sungai konsekuen
5.sungai insekuen
Adalah sungai yang aliranya teratur dan tidak terikat dengan lapisan batuan yang dilaluinya

Berdasarkan keadaan aliran airnya, sungai dibedaka n sebagai berikut:
1.sungai periodik(intemiten)
Adalah sunngai yan hanya berair pada musim penghujan
Contoh:sungai-sungai yang terdapat di pulau jawa dan nusa tenggara
2.sungai episodik(perenial)
Adalah sungai yang alirannya hampir sama, baik pada musim kemarau maupun musim hujan
Contoh: sungai-sungai di sumatera, kalimantan, dan papua

Berdasarkan sumber airnya, sungai dibedakan sebagai berikut:
1.sungai hujan adalah sungai yang airnya berasal dari air hujan
Contoh: sungai-sungai di perbukitan kapus, gunung kidul, daerah istimewa jogjakarta
2.sungai gletser
Yaitu sungai yang airnya berasal dari salju yang mencair
Contoh: sungai memberamo di papua
3.sungai campuran
Adalah sungai yang airnya beraasal dari air hujan dan gletser
Cotoh sungai memberamo dan digul di papua

Bardasarkan pola aliranya, sungai dibedakan sebagai berikut:
1.pola aliran radial atau menjari
Pola aliran radial dibedakan menjadi dua, yaitu radial sentrifugal dan radial sentripetal. Pola aliran radial sentrifugal adalah pola aliran yang meninggalkan pusat, seperti di daerah vulkan atau gunun berbentuk kerucut. Pola aliran radial sentripetal merupakan pola aliran yang menuju pusat, seperti pada daerah basin dan ledokan
2.pola aliran dendritik
Pola aliran ini tidak teratur, biasanya terdapat di dataran atau daerahh pentai dan di jumpai di daerah plato
3.pola aliran trelis
Pola aliran ini merupakan pola aliran sungai yang berbentuk sirip daun atau trelis dan biasa terdapat di pegunungan lipatan
4.pola aliran rektangular
Pola aliran ini merupakan pola aliran beerbentuk sudut siku-siku atau hampir siku-siku dan terdapat di daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya berbeda
5.pola aliran anular
Pola aliran ini merupakan pola aliran yang semula merupakan aliran radial sentrifugal, selanjutnya muncul sungai subsekuen yang sejajar, sungai obsekuen, dan resekuen. Pola aliran anular terdapat di daerah dome stadfium dewasa (pegunungan tua)

Rabu, 27 Februari 2013

Fisika - Mekanika Fluida

Tekanan

 p = \frac {F} {A}
Keterangan:
  • p: Tekanan (N/m² atau dn/cm²)
  • F: Gaya (N atau dn)
  • A: Luas alas/penampang (m² atau cm²)
Satuan:
  • 1 Pa = 1 N/m² = 10-5 bar = 0,99 x 10-5 atm = 0,752 x 10-2 mmHg atau torr = 0,145 x 10-3 lb/in² (psi)
  • 1 torr= 1 mmHg

Tekanan hidrostatis

p_{\text{h}} = \rho\,\! \times g \times h
p_{\text{h}} = s \times h
Keterangan:
  • ph: Tekanan hidrostatis (N/m² atau dn/cm²)
  • h: jarak ke permukaan zat cair (m atau cm)
  • s: berat jenis zat cair (N/m³ atau dn/cm³)
  • ρ: massa jenis zat cair (kg/m³ atau g/cm³)
  • g: gravitasi (m/s² atau cm/s²)

Tekanan mutlak dan tekanan gauge

Tekanan gauge: selisih antara tekanan yang tidak diketahui dengan tekanan udara luar.
Tekanan mutlak = tekanan gauge + tekanan atmosfer
p = p_{\text{gauge}} + p_{\text{atm}}

Tekanan mutlak pada kedalaman zat cair

p_{\text{h}} = p_{\text{0}} + \rho\,\! \times g \times h
Keterangan:
  • p0: tekanan udara luar (1 atm = 76 cmHg = 1,01 x 105 Pa)

Hukum Pascal

Tekanan yang diberikan pada zat cair dalam ruang tertutup akan diteruskan sama besar ke segala arah.
 \frac {F_{\text{2}}} {A_{\text{2}}} = \frac {F_{\text{1}}} {A_{\text{1}}}
Keterangan:
  • F1: Gaya tekan pada pengisap 1
  • F2: Gaya tekan pada pengisap 2
  • A1: Luas penampang pada pengisap 1
  • A2: Luas penampang pada pengisap 2
Jika yang diketahui adalah besar diameternya, maka:  {F_{\text{2}}} = (\frac {D_{2}} {D_{1}})^2 \times F_{1}

Gaya apung (Hukum Archimedes)

Gaya apung adalah selisih antara berat benda di udara dengan berat benda dalam zat cair.
 F_{a} = M_{f} \times g
 F_{a} = \rho_{f} \times V_{bf} \times g
Keterangan:
  • Fa: gaya apung
  • Mf: massa zat cair yang dipindahkan oleh benda
  • g: gravitasi bumi
  • ρf: massa jenis zat cair
  • Vbf: volume benda yang tercelup dalam zat cair

Mengapung, tenggelam, dan melayang

Syarat benda mengapung:  \rho_b campuran <\rho_f
Syarat benda melayang:  \rho_b campuran =\rho_f
Syarat benda tenggelam:  \rho_b campuran >\rho_f

Sumber

Kanginan, Marthen (2002). Fisika Untuk SMA Kelas XI Semester 2. Erlangga. ISBN 978-979-015-273-1.

Selasa, 26 Februari 2013

Ancam Keselamatan Warga, Penjualan Merkuri Minta Dihentikan

Ancam Keselamatan Warga, Penjualan Merkuri Minta Dihentikan


Banda Aceh, (Analisa). Mantan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (Bapedal) Aceh Ir Husaini Syamaun (saat ini menjabat Kepala Dinas Kehutanan Aceh) meminta semua pihak untuk tidak menjual merkuri secara bebas di Aceh. Karena, penjualan barang yang merupakan limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (B3) ini mulai mengancam keselamatan warga Aceh.

Menurut Husaini, merkuri lebih berbahaya dari narkoba, karena dampak yang dirasakan oleh para pemakai merkuri lebih terlihat nyata dan bisa berdampak pada keturunan dari para pemakai atau pengguna merkuri ini.

Dikatakan, merkuri dalam beberapa tahun terakhir ini marak digunakan oleh masyarakat (para penambang emas) di Aceh Selatan dan sejumlah wilayah barat-selatan Aceh.

"Saat saya ke satu daerah di kawasan barat-selatan Aceh, betapa terkejutnya melihat mereka menggunakan merkuri secara bebas dan memegangnya dengan tangan telanjang," ungkap Husaini Syamaun, di Banda Aceh baru-baru ini.

Menurutnya, merkuri adalah logam berat yang dapat menimbulkan sakit parah bila dilepaskan ke lingkungan oleh usaha pertambangan, pembakaran batu bara, atau limbah produk-produk yang mengandung merkuri. "Merkuri sangat beracun," tegasnya.

Ketika merkuri yang menumpuk di sungai, danau, dan aliran air bercampur dengan tanaman yang membusuk, akan jadi lebih beracun yang disebut metil merkuri. Meski dalam jumlah sangat sedikit merkuri dapat meracuni semua ikan di dalam kolam atau sungai. Metil merkuri di lingkungan akan tetap bersifat racun selama berabad-abad.

Menghirup atau menyerap merkuri dalam jumlah yang sangat sedikit dapat merusak syaraf, ginjal, paru-paru, otak dan bayi yang lahir cacat. Masalah kesehatan ini membutuhkan waktu beberapa tahun sebelum dapat terlihat.

Husaini menambahkan, sampai saat ini tidak ada izin peredaran merkuri di Aceh, karenanya aparat kepolisian bisa menangkap para penjual dan pemakai bahkan yang membawa merkuri secara bebas. "Saya pernah berkoordinasi dengan pihak kepolisian menyangkut hal ini," ujar Husaini.

Harus Dihentikan
Direktur Eksekutif Walhi Aceh TM Zulfikar mengungkapkan, saat ini merkuri sangat bebas dijual di pasaran. Bahkan, di pasar Aceh, Banda Aceh merkuri dijual bebas seperti barang kelontong.

Penjualan merkuri ini harus dihentikan dan dicegah, sebelum lebih banyak lagi masyarakat Aceh yang menggunakannya dan mengancam keselamatan jiwa masyarakat. Sebab, dampak langsung penggunaan merkuri secara bebas bisa mengakibatkan cacat seumur hidup.

Menurut TM Zulfikar, pihaknya sejak tahun lalu sudah mengingatkan pemerintah akan bahaya limbah merkuri yang berasal dari penambangan emas tradisional di Kabupaten Aceh Selatan. Sebab, limbah merkuri itu muali mencemari lingkungan.

"Limbah merkuri ini berasal dari penambangan emas tradisional. Pencemaran limbah ini mulai dirasakan masyarakat," katanya.

Walhi Aceh juga telah pernah menyurati Bupati Aceh Selatan menyusul adanya limbah merkuri yang diduga sudah mencemari sejumlah kawasan di kabupaten itu. Sejumlah kasus akibat limbah merkuri mulai dirasakan, seperti matinya sejumlah pohon kelapa dan rumbia di gampong (desa) Baru, Kecamatan Labuhan Haji, serta ikan peliharaan di Gampong Alue Meutuah, Kecamatan Meukek, diduga akibat limbah merkuri.

Tidak hanya itu, pada tahun lalu dua ekor kerbau milik warga di Kecamatan Sawang, masing-masing seekor di Gampong Meuligo dan seekor lagi di Gampong Tring Meuduro mati, yang diduga karena limbah merkuri.

"Limbah merkuri ini setelah digunakan mengolah emas dibuang sembarangan termasuk ke sungai," ujar TM Zulfikar seraya menambahkan, bahkan bahayanya pembuangan limbah merkuri dilakukan di daerah pantai dan kawasan pemukiman padat.

Berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) RI No.30/MPP/Kep/7/1997 tentang barang yang diatur tata niaga impornya, distribusi, jual beli merkuri harus terdaftar dan melalui izin kepala daerah dengan persyaratan kelayakan lingkungan hidup yang ketat.

"Untuk itu, pemerintah daerah juga perlu menertibkan peredaran merkuri secara ilegal yang marak terjadi di Aceh Selatan. Jika ini dibiarkan, maka pencemaran limbah merkuri di kabupaten itu semakin tidak terkendali," tegas TM Zulfikar.(irn)

Teluk Buyat, Sembilan Tahun Pascatragedi


Teluk Buyat, Sembilan Tahun Pascatragedi




MediaINDONESIA/26 FEB 13

“MAU nyelam di Buyat? Wah, hati-hati, lautnya tercemar tuh.” Itulah wanti-wanti dari seorang teman kepada Maha Adi, seorang jurnalis, menjelang keberangkatannya ke Teluk Buyat, Sulawesi Utara, barubaru ini. Ia bersama belasan orang dengan berbagai latar belakang profesi mengunjungi Teluk Buyat sebagai peserta program bootcamp yang diadakan PT Newmont Minahasa Raya (NMR).

Peserta lain, Rohim, seorang mahasiswa, juga mendapat peringatan senada dari temannya. “Saya jadi tertantang ingin melihat yang sebenarnya.” Teluk Buyat dan NMR memang pernah menjadi topik pemberitaan nasional.

Tepatnya pada 2004, ketika sekelompok masyarakat setempat bersama sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) menyatakan laut mereka tercemar oleh NMR saat menambang emas di Buyat.

Kematian seorang bayi berusia lima bulan, Andini, yang diklaim sebagai korban pencemaran, membuat pemberitaan tentang Buyat kian gencar. Bahkan disebutkan terjadi bencana lingkungan mirip tragedi Minamata di Jepang.

Kini, setelah hampir sembilan tahun berlalu dan NMR pun berhenti beroperasi (2004), kesan negatif itu belum sepenuhnya hilang. Sejatinya, secara hukum, NMR yang sempat dituntut oleh sejumlah pihak.

dinyatakan tidak bersalah setelah melalui proses pengadilan panjang yang melibatkan pembuktian oleh pakar hukum, kesehatan, dan lingkungan. Awal tahun ini, NMR juga menerima surat pemberitahuan dari Pengadilan Negeri Jakarta Selatan bahwa Mahkamah Agung (MA) lewat keputusan nomor 2691 K/PDT/2010 menolak permohonan kasasi Walhi atas gugatan perdata dengan tuduhan pencemaran Teluk Buyat. Keputusan itu menjadi penutup kasus Buyat secara perdata setelah sebelumnya pada 2009, MA memenangkan NMR secara pidana.

Di lapangan, Media Indonesia yang tergabung dalam peserta bootcamp juga memperoleh kesan bahwa semua berjalan sebagaimana mestinya. Lahan bekas penambangan telah tertutup hutan yang mulai rimbun, para nelayan melaut seperti lazimnya, terumbu karang pun menutup sebagian pantai di Teluk Buyat. Di sekitar Pulau Patah Patah, keindahan terumbu karang terlihat jelas dari perahu. “Memang, mengubah persepsi buruk orang tentang kami tidaklah mudah,” ujar Presiden Direktur NMR David Sompie.

Diakuinya, persepsi negatif terhadap NMR menjadi sebuah gangguan. Namun beruntung, menurut David, gangguan itu dapat diredam. Terbukti, ‘saudara’ NMR, PT Newmont Nusa Tenggara, tetap bisa beroperasi hingga kini di Batu Hijau, Nusa Tenggara Barat.

Daerah Dominanga yang berjarak 10 jam perjalanan dengan mobil dari Desa Buyat. Namun belakangan, berangsur-angsur mereka kembali ke desa asal. “Dulu LSM bilang di Buyat sini sudah tercemar, kalau tetap tinggal di sini, anak-anak kami akan cacat. Jadi kami mau saja ketika disuruh pindah ke Dominanga. LSM janji akan membangun rumah buat kami. Mereka juga janji kasih uang. Tapi sampai dua tahun kami hidup susah di barak-barak, janji itu bohong saja. Akhirnya kami kembali lagi ke sini, “jelas salah satu warga, Mei Rondonuwu, 36.

Kembalinya mereka ke Buyat Pantai dilakukan secara mandiri. Di atas tanah milik pemerintah, mereka membangun rumah ala kadarnya dan membangun kehidupan dari nol. LSM yang dulu membujuk rayu mereka agar pindah ke Dominanga pergi entah ke mana. (Eni Kartinah/H-1).

SUMBER: http://pmlseaepaper.pressmart.com/mediaindonesia/PUBLICATIONS/MI/MI/2013/02/26/ArticleHtmls/Teluk-Buyat-Sembilan-Tahun-Pascatragedi-26022013015016.shtml?Mode=1#

TEKNOLOGI SOL GEL PADA PEMBUATAN NANO KRISTALIN METAL OKSIDA UNTUK APLIKASI SENSOR GAS

Pendahuluan
Saat ini berbagai jenis solid state sensor atau dikenal dengan sensor mikroelektronik telah banyak dan berhasil diaplikasikan ke bidang seperti lingkungan atau untuk aplikasi monitoring pencemaran udara, kesehatan dan  berbagai industri. Keberhasilan ini membuat kebutuhan akan sistem sensor diberbagai bidang juga semakin meningkat. Hal ini memacu bagi peneliti atau produsen sensor untuk membuat jenis sensor yang
berukuran kecil (mikrosensor) dan low cost dari yang ada saat ini. Dengan perkembangan teknologi mikroelektronika atau nanotechnology saat ini, telah membuka peluang melakukan inovasi teknologi dalam pembuatan sistem sensor yang lebih compact, kecil dengan akurasi dan performance yang lebih baik. Komponen-komponen metal oksida (MOX) seperti: SnO ZnO, TiO2, ITO, dll adalah sebagai bahan pembuat lapisan sensitif sensor gas.Oleh karena itu dalam penelitian ini metoda yang digunakan adalah metoda sol gel, dimana pemilihan metoda tersebut disebabkan karena prosesnya lebih singkat, temperatur yang digunakan lebih rendah, dapat menghasilkan serbuk metal oksida dengan ukuran nano partikel dan dapat menghasilkan karakteristik yang lebih baik dari pada proses metalurgi serbuk.